Hari Kartini Tak Harus Gelar Fashion Show

Hari Kartini Tak Harus Gelar Fashion Show

Hari Kartini Tak Harus Gelar Fashion Show

Hari Kartini Tak Harus Gelar Fashion Show
Hari Kartini Tak Harus Gelar Fashion Show

JAKARTA – Peringatan Hari Kartini tak harus dilakukan fashion show baju daerah.

 

Peringatan harus dengan beragam kegiatan, mulai dari talkshow maupun berlomba.

Hal itu diungkapkan Miss Indonesia, Alya Nur Shabrina saat melakukan talkshow di SMA BPK Penabur, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (24/4/2018).

“Intinya jadikan Hari Kartini sebagai momentum untuk kebangkitan perempuan. Ambil semangat Kartini untuk memberikan gerakan perubahan,” ucap Alya.

Ia kemudian mencontohkan kinerja Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang menurut cukup baik. Sebagai pemangku kebijakan Kota Surabaya, Risma mampu membuat gerakan, salah satunya membuat gebrakan membayar bus dengan sampah.

“Ini cukup menarik. Beliau itu cukup konsen dalam mengurangi sampah di kotanya,

” tambah Alya. Alya jugai mengajak dalam dialog dan talkshow bersama para siswa siswi BPK Penabur untuk selalu menghormati wanita. Bagaimana peran wanita sangat berarti bagi kehidupuan bangsa.

Termasuk kepada siswi perempuan. Ia meminta agar berperan aktif melakukan kerja nyata dalam kehidupan bangsa. Pola-pola perubahan dilakukan untuk memajukan identitas bangsa.

Karena itu, dalam peringatan kartini,

ia mengajak agar tak lagi terfokus pada acara fashion show semata. Menurutnya acara bisa dilakukan banyak kegiatan mulai mereleksasi, kegiatan belajar mengajar, dan talkshow berbobot.

Kepala Sekolah BPK Penabur Tanjung Duren, Endang Setyowati menyambut baik talkshow yang diadakan pihaknya. Ia mengatakan kegiatan demi memberikan kepribadian agar siswi siap menjadi agen perubahan bangsa.

Terlebih kegiatan yang dihadirkan mengundang Miss Indonesia, kemampuan interaksi bisa saling mengena dan memiliki kemapuan dalam menjawab pertanyaan, sebab Miss Indonesia memiliki pengetahuan luas.

“Tadinya mau tokoh wanita lain, cuman kalau ketuaan saya takut dianggap entarnya

menggurui siswa,” ujar Endang. Sementara itu, salah seorang siswi kelas XI Sosial 2, Karen (17), mengaku senang dengan kehadiran miss Indonesia. Ia mengaku terinsipirasi setelah dirinya berbincang dengan Alya.

“Dia sungguh menginspirasi. Saya menjadi terpacu membuat baik,” ujarnya.

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

You Might Also Like